Text
Tenun alor kabupaten Alor provinsi Nusa Tenggara Timur
Dalam perkembangannya tenun Aldi durum songket dim nonum kat Perbedaan mendasar Tenun Bat dan Temun Songket adalah: Tenum Songket semun benang yang dipakai baik langsi maupun pakum, serta benang yang dipakai untuk pembentukan motif dibon pewarna sebelum di acnun. Sedangkan untuk Tenun katt, sebelum dicum benang langsi atuandika membentuk motif Setelah dilan dinendum dalam zat pewarna, kemudian dicuci, dijemur hingga kering. Setelah proses pewarnaan selesai, ikatan-ikatan motif dibuka, kemudian direntunglam pada alat tenum. Saat ini, onun Alor mengalami perubahan fungsi serta perubahan tingkatan sosial, menuju pada masyarakat yang setara. Secara historis, pada masa lampan produksi dan konsumsi tenun Alor torbatas pada salah satu kelas tertentu saja. Masyarakat dan kebudayaan Alor memberikan hak prorogative atas tenun kepada keluarga bangsawan Dalam masa demokrasi Pemerintah Daerah baik Kabupaten Ketta altu Provinsi melalui peraturan Gubernur, Bupati Walikota mencanangsum pemakaian busana tradisional kain tradisional pada acara-acara ritual upacara-upacara adat maupun pemakaian seragam kantor sebagai pakaian dinas. Bahkan untuk seragam sekolah juga menggunakan bahan non tradisional.
Tidak tersedia versi lain