Text
Barapan Kebo di Sumbawa
Barapan Kebo merupakan salah satu permainan rakyat yang numbuh dan berkembang pada masyarakat Sumbawa (Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat) yang eksistensinya masih terjaga hingga hari ini. Barapan Kebo dilangsungkan di area sawah yang datar, tidak boleh menanjak atau menurun. Luasan sawah yang dapat dipergunakan untuk pelaksanaan Barapan Kebo kurang lebih satu hektar. Sebelum dilakukan Barapan Kebo, area sawah yang akan dipergunakan untuk Barapan Kebo digenangi air setinggi kurang lebih sebatas lutut kerbau. Pada pelaksanaan Barapan Kebo terdapat delapan klasifikasi kelas kerbau yang dilombakan, klasifikasi ini berdasarkan umur. Adapun klasifikasi kelas dalam Barapan Kebo adalah Kelas Kecil, Kelas Cilik, Kelas A, Kelas B, Kelas O, Kelas Harapan, Kelas Tunas, Kelas Dewasa. Dalam penyelenggaraan Barapan Kebo diperlukan peralatan seperti saka, noga, kareng, mangkar, aksesoris kerbau, bendera dan peluit, pengukur waktu, pengeras suara. Kebertahanan Barapan Kebo hingga hari ini dikarenakan Barapan Kebo mempunyai fungsi dan nilai bagi masyarakat Sumbawa. Adapun fungsi dari Barapan Kebo bagi masyarakat Sumbawa adalah penyubur tanah dalam pengolahan sawah, pemeliharaan dan pemuliaan ternak kerbau, silaturahmi, status sosial, fungsi ekonomi, diplomasi budaya serta hiburan bagi masyarakat. Sedangkan nilai yang terkandung dalam Barapan Kebo adalah nilai hubungan dengan tuhan, nilai menjaga lingkungan hidup, nilai budaya gotong royong, nilai historis, nilai pendidikan. Keberadaan Barapan Kebo perlu dilindungi, dikembangkan, dimanfaatkan serta dilakukan pembinaan. Salah satu bentuk dari upaua perlindungan adalah menetapkan Barapan Kebo sebagai warisan budaya tak benda Indonesia.
Tidak tersedia versi lain