Perpustakaan Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
    Masuk Daftar Online
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Barapan Kebo di Sumbawa
Penanda Bagikan

Text

Barapan Kebo di Sumbawa

Dwi Bambang Santosa - Nama Orang; Kadek Dwikayana - Nama Orang;

Barapan Kebo merupakan salah satu permainan rakyat yang numbuh dan berkembang pada masyarakat Sumbawa (Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat) yang eksistensinya masih terjaga hingga hari ini. Barapan Kebo dilangsungkan di area sawah yang datar, tidak boleh menanjak atau menurun. Luasan sawah yang dapat dipergunakan untuk pelaksanaan Barapan Kebo kurang lebih satu hektar. Sebelum dilakukan Barapan Kebo, area sawah yang akan dipergunakan untuk Barapan Kebo digenangi air setinggi kurang lebih sebatas lutut kerbau. Pada pelaksanaan Barapan Kebo terdapat delapan klasifikasi kelas kerbau yang dilombakan, klasifikasi ini berdasarkan umur. Adapun klasifikasi kelas dalam Barapan Kebo adalah Kelas Kecil, Kelas Cilik, Kelas A, Kelas B, Kelas O, Kelas Harapan, Kelas Tunas, Kelas Dewasa. Dalam penyelenggaraan Barapan Kebo diperlukan peralatan seperti saka, noga, kareng, mangkar, aksesoris kerbau, bendera dan peluit, pengukur waktu, pengeras suara. Kebertahanan Barapan Kebo hingga hari ini dikarenakan Barapan Kebo mempunyai fungsi dan nilai bagi masyarakat Sumbawa. Adapun fungsi dari Barapan Kebo bagi masyarakat Sumbawa adalah penyubur tanah dalam pengolahan sawah, pemeliharaan dan pemuliaan ternak kerbau, silaturahmi, status sosial, fungsi ekonomi, diplomasi budaya serta hiburan bagi masyarakat. Sedangkan nilai yang terkandung dalam Barapan Kebo adalah nilai hubungan dengan tuhan, nilai menjaga lingkungan hidup, nilai budaya gotong royong, nilai historis, nilai pendidikan. Keberadaan Barapan Kebo perlu dilindungi, dikembangkan, dimanfaatkan serta dilakukan pembinaan. Salah satu bentuk dari upaua perlindungan adalah menetapkan Barapan Kebo sebagai warisan budaya tak benda Indonesia.


Ketersediaan
#
Perpustakaan PPSDM Kemendikdasmen LEN 394.359 865 21 DWI b
B00041
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
LEN 394.359 865 21 DWI b
Penerbit
Yogyakarta : Kepel Press., 2022
Deskripsi Fisik
x, 112 halaman : ilustrasi ; 23 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9786023564897
Klasifikasi
394.359 865 21
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan Pertama, September 2022
Subjek
Permainan tradisional
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Pusdiklat tetap berusaha konsisten dengan upaya peningkatan mutu berkelanjutan sesuai dengan standar kinerja yang telah ditetapkan. Anggota Pusdiklat sadar bahwa upaya mencapai visi dengan melaksanakan misi yang telah disepakati memerlukan tidak hanya kerja keras, tetapi juga kerja lebih cerdas.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?